Sarapankata.ApkAplikasi Sarapankata, Ringan dan Cepat irit Kuota

Tips Menulis Buku Non Fiksi Dari Pengalaman

Bagi yang baru belajar menulis buku atau artikel, banyak yang mengeluh bahwa menulis itu sulit, padahal menulis adalah salah satu cara berkomunikasi yang umum dilakukan, tidak jauh beda dengan bicara. Coba deh kalau Anda bicara atau curhat, pasti itu ide obrolan gak pernah habis kan? Apalagi kalau udah ngerumpi wuiihh sedapnyaaa, sampai lupa waktu. Apa saja dibicarakan sampe mulut ini berbusa, herannya tetap saja bahan rumpian gak habis-habis.

Nah, begitu juga dengan nulis. Anggap saja menulis itu, kita sedang ngobrol dengan pembaca. Jangan selalu berpikir menulis itu sulit, segala hal pun jika kita selalu beranggapan sulit maka akan beneran sulit. Menulis itu jangan dijadikan beban, justru jadikan obat di kala kita galau, resah, gelisah ingin bicara banyak tapi tak ada yang mau mendengar … maka tuangkanlah segala keresahan itu dengan menulis. Kalau nulis curhatan di facebook kok pada jago-jago toh ya?

Lalu untuk mendapatkan ide menulis itu darimana? Ide menulis bisa diambil dari hal-hal yang sederhana. Dari sekeliling kita. Salah satunya dari pengalaman, baik pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Jika sebuah novel atau cerpen sering kita baca based on true story, buku NON FIKSI pun tentu saja bisa.

Berikut tips menulis dengan mudah dengan ide dari pengalaman menjadi sebuah buku NON FIKSI yang apik:

  1. Tulis minimal 10 pengalaman yang paling berkesan dalam hidup Anda.
  2. Jika sudah, pilih dan tulis salah satu pengalaman yang paling mudah untuk dibahas. Menulis ide dalam notes penting banget, untuk mengikatnya agar tidak lupa. Sepertinya sepele, justru ini yang paling penting dan banyak yang mengabaikan.
  3. Langsung buat mind mappingnya untuk mengamankan agar si edi ehh ide tidak kabur kemana-mana.
  4. Rajin keliling toko buku, lihat dan amati, sudahkah ide yang anda punya itu ditulis oleh orang lain? Jika sudah ada yang pernah nulis jangan langsung down … aahh udah ada yang bikin, tapi baca buku tersebut cari kelebihan dan kekurangannya. Bandingkan isinya dengan ide yang Anda punya, optimis dong jangan pesimis duluan.
  5. Banyak baca buku yang relevan dengan tema yang kita tulis, lakukan riset untuk mendapatkan data akurat dari tema tersebut.
  6. Setelah itu…nulis, nulis, nulis dan nulis sampai naskah selesai.
  7. Jika saat menulis ide mentok di tengah jalan, banyak baca lagi dan banyakin piknik.
  8. Bawa ke penerbit.
  9. Banyak berdoa agar naskah kita segera diterbitkan dan menjadi buku best seller

 

Jadi, tak ada yang sulit bukan? Mari mulai menulis buku dari hal yang paling kita sukai dan paling dikuasai.

Share informasi menarik iniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Ada pertanyaan atau komentar?

Lihat Aturan kami

Your email address will not be published. Required fields are marked *