Sarapankata.ApkAplikasi Sarapankata, Ringan dan Cepat irit Kuota

SOTO MIE

SOTO MIE

“Apa itu soto mie? Soto ditambahi mie?”

“Hh..mm…” Bibik mengangkat tempe dari wajan.

“Bedanya dengan mie godok?”

“Yaaa…hhmm”. Bibik meletakkan tempe panas ke piring ceper warna putih.

“Ada lagi, yang lain, namanya mie tek tek. Nah, apa pula ini?”

“Neng…hhmm…”. Bibik meletakkan tempe goreng itu di depanku.

“Bik, mie…mie…cwie mie, nama yang semakin mirip dengan nama berbau Tiongkok, tempat asal mie. Apa tuh Bik?

“Weleh…” Bibik menyajikan cabe rawit dengan piring super kecil ke hadapanku.

“Apa bedanya dengan mie ayam, Bik?”

Bibik mengaduk adonan baru.

“Lalu…”

“Atuh Neng, jangan nanya Bibik terus. Bibik teh nggak ngarti bedanya. Kalau Neng mau, Bibik belikan”.

Kasihan Bibik, mukanya mulai berkerut, kutanya soal per-mie-an. Aku mulai berpikir nakal bahwa sebagai pencinta mie dia seharusnya punya product knowledge agar dia bisa menularkan hobinya itu.

“Ah Bibik kayak nggak tahu aja kalau aku nggak suka mie”. Aku menguyah dengan semangat tempe goreng mengepul yang tersaji di depanku. “Mending makan tempe goreng bikinan Bibik ini, daripada makan mie. Lebih sehat”.

Aku melirik pada Bibik dengan senyum. Dipuji begitu, mukanya kembali sumringah.

Bandung, 23 04 2016
Lisa Tinaria

Share informasi menarik iniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Ada pertanyaan atau komentar?

Lihat Aturan kami

Your email address will not be published. Required fields are marked *