Sarapankata.ApkAplikasi Sarapankata, Ringan dan Cepat irit Kuota

SATE KAMBING

SATE KAMBING

“Lantas maunya sate apa?” Mama Aan bertanya dengan sayang kepada anak bujangnya. “Tadi maunya makan sate, kan?”

Keluarga kecil itu – Aan, Mama dan Papanya – sedang makan di luar. Pilihan jatuh pada “Sate Gado-gado”, sebuah restoran yang bukan menyajikan daging sate di atas gado-gado, melainkan menawarkan beberapa jenis sate. Tempat makan pada weekend kali ini adalah atas pilihan Aan.

“Sate ayam ada nggak Ma?” Papa Aan langsung bertanya atau malah langsung memilih.

“Mas, di sini adanya sate apa aja?” Mama Aan bertanya kepada waitres yang sedang menunggu di ujung meja tempat ketiganya duduk. Di meja itu sudah tersedia selembar kertas menu berlaminating, tetapi tampaknya bertanya langsung lebih menyenangkan bagi Mama Aan.

“Ada sate ayam, sate kambing dan sate kerang. Hhmm, sate buntel, sate padang” jawab sang waitres sambil agak membungkuk takzim.

“Sate ayam, bosen Ma” Aan menggaruk kepalanya yang berambut model David Beckam.

“Kalau sate Padang” Sang Mama memegang pundak anak semata wayangnya itu dengan mesra.

“Ah, dah sering”, tangan Aan memangku wajahnya. “Kalau sate kerang, enak nggak Ma?”

Mama Aan memandang kepada waitress yang masih menunggu, seakan meminta pendapat. Mas waitres tersenyum santun.

“Atau sate kambing?” Mama Aan menawarkan yang lain, tiba-tiba.

“Ah, nggak mau!” jawab Aan cepat. “Bau”.

“Sate buntel? Itu khas Solo lho. Yang pernah disajikan oleh Tante Yun waktu kita ke Solo Lebaran lalu”.

“Nggak sempat nyicip Ma”

Aan akhirnya memilih sate buntel, dengan klausul “yang penting bukan daging kambing ya Ma”. Aan memang sangat “alergi” dengan sate kambing, sangat bertolak belakang dengan kesukaan Mamanya. Pernah suatu waktu, Aan muntah ketika diperkenalkan kepada sate kambing. Sejak itu sate kambing selalu ada di benaknya dengan konotasi negatif. Papa Aan, sudah jelas memilih sate ayam.

Sate buntel adalah sate khas Solo yang terbuat dari daging cincang. Ini berbeda dengan sate umumnya yang berupa potongan daging. Daging yang biasa dipakai adalah daging kambing. Daging cincang tersebut dibalurkan ke tusuk sate yang agak besar yang biasanya terbuat dari bambu. Bentuknya menjadi seperti pentungan pak polisi.

Singkat kata, sate ayam, sate kambing dan sate buntel akhirnya tersaji di hadapan hidung masing – masing pemesan. Wangi bumbu masing-masing sate meruak ke hadapan Aan, Mama dan Papanya, menambah semangat makan keluarga pencinta kuliner tersebut.

Namun sebelum mengangkat tusukan pertama sate buntel ke mulutnya, Aan sempat memandang menyelidik pada sang sate.

“Ayo An, dimulai” Papa Aan tersenyum pada Mama Aan. Mama Aan balas tersenyum. Keduanya saling pandang beberapa saat dengan sinar mata seperti menyembunyikan sesuatu.

“Ini dibikin dari daging apa sih Pa?” Aan mengangkat tusukan pertama.

“Aa…ghh…dimakan aja lah” jawab Papa Aan dengan mulut masih berisi. “Yang jelas wangi banget baunya kan?”.

“Iya, baunya sedap”. Kunyahan Aan akhirnya membuatnya lupa menanyakan jenis daging sate buntel. “Hhmm…lembut banget dagingnya”. Aan mulai menikmati sensasi sate buntelnya yang dimakan dengan nasi.

Ketiganya hampir serentak menyelesaikan porsi masing-masing. Sekarang ketiganya menikmati sisa minuman.

“Dari daging apa tuh Ma, sate buntel?” Aan masih penasaran. Papa Aan memandang menggoda kepada Mama Aan. “Lembut dan wangi, Ma”

“Aan suka kan?” Mama Aan tersenyum. “Itu terbuat dari daging kambing”. Mama Aan menunggu reaksi anaknya yang tidak suka daging kambing.

“Ha?!” Aan membelalakkan mata, terkejut. Daging yang tidak disukainya itu malah sekarang berada dalam lambungnya. Koq bisa! “Tetapi Ma…” Aan berhenti sejenak sambil kemudian memegang lambungnya. Dirinya khawatir kalau lambungnya akan berontak.

“Tetapi apa…? Tetapi yummy. Sudah dicoba baru tahu ya kalau enak”.

Aan diam saja. Tidak terjadi hal yang dikhawatirkannya. Mata membelalaknya sudah berganti senyum.

Bandung, 20 08 2016
Lisa Tinaria

Share informasi menarik iniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Ada pertanyaan atau komentar?

Lihat Aturan kami

Your email address will not be published. Required fields are marked *