Sarapankata.ApkAplikasi Sarapankata, Ringan dan Cepat irit Kuota

MENCARI MAKNA PERSEKUSI

(Tindak Kesewenangan Sebagai Bentuk Intimidasi)

Akhir-akhir ini, fakta pemberitaan tentang PERSEKUSI semakin marak dan mendapat porsi lebih di dalam pemberitaan. Persekusi adalah tindakan intimidasi terhadap seseorang yang dianggap bersalah oleh pikirannya sendiri. Tindakan kesewenangan yang akan melahirkan siksaan lahir maupun batin terhadap korbannya.

Di dalam KBBI dijelaskan bahwa persekusi adalah tindakan yang dilakukan oleh oknum yang merasa paling benar. Bertindak semaunya sendiri, dan membuat siksaan terhadap korban persekusi.

per·se·ku·si /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang thd seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;
me·mer·se·ku·si v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis

Dari makna leksikal kata persekusi dapat dijelaskan bahwa perbuatan ini dilakukan untuk membentuk pembenaran diri, dan menganggap bahwa orang lain bersalah. Jika pun ya, setidaknya, ada pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan hukum. Tidak dilakukan dengan cara kriminal yang justru akan berakibat fatal bagi pelaku persekusi.

Salah satu tragedi yang sempat heboh dan viral si medsos saat ini adalah kejadian yang menimpa Fiera Lovita, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok, Sumatera Barat. Dokter ini mendapat intimidasi dan ancaman dari orang yang tidak dikenal dengan mengatasnamakan ormas (FPI?) tertentu. Permasalahan ini bermula dari postingan Dokter Fiera di media sosial sehubungan dengan pimpinan ormas yang tersandung kasus pornografi (HRS?).

Menurut Dokter Fiera tidak ada niat sedikit pun untuk mendeskriditkan siapa pun, terkecuali hanya ingin mengungkapkan perasaannya terhadap suatu persoalan. Tanpa tendensius pernyataan yang semestinya tidak perlu dihebohkan. Namun, tidak demikian menurut sebagian orang. Menurut mereka yang tidak sepaham, perbuatan Dokter Fiera termasuk perbuatan yang tidak bisa ditoleransi. Harus ada konsekuensi yang harus diterima, bahkan dengan cara ancaman-ancaman yang dialamatkan kepadanya.

Saya hanya mengemukakan pendapat saya seperti yang dilakukan oleh netizen lain,” ujar Fiera saat memberikan keterangan pers di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).

Pada akhirnya, karena sudah tidak tahan dengan berbagai ancaman, Dokter Fiera membuat pernyataan dan permintaan maaf yang diposting di medsos. Tetapi, semua apa yang ia lakukan tersebut tidak serta merta menghapus luka di benaknya. Ancaman dan intimidasi (persekusi) masih terus berlanjut tanpa ada yang mampu untuk menghentikan. Korban persekusi tidak hanya menimpa dokter ini. Korban-korban yang lain masih terus berlanjut. Sampai kapan?

Itulah persekusi. Sebuah kata yang baru saja saya ketahui. Bahwa di balik istilah unik ini terdapat dampak yang begitu luas. Baik dampak negatif secara fisik maupun secara mental.

Masihkah korban PERSEKUSI terus berguguran? Sadar Uyy!!!

Share informasi menarik iniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Ada pertanyaan atau komentar?

Lihat Aturan kami

Your email address will not be published. Required fields are marked *