Sarapankata.ApkAplikasi Sarapankata, Ringan dan Cepat irit Kuota

IDE DAN TEMA

IDE DAN TEMA
(Menjaring Ide dan Tema yang Berkelindan di Sekitar Kita)

Membahas dan mengurai ide atau tema dalam kepenulisan merupakan sebuah keharusan. Karena, di dalam sebuah naskah pasti tidak lepas dengan yang namanya ide atau tema. Namun, tidak semua kita mampu menjemput ide atau tema yang dapat memberikan sebuah naskah cetar, membahana (hee, bahasanya Syahrini). Seperti yang telah kita ikuti di dalam pembahasan kepenulisan, di #KMOclub09, yang dimentori oleh Ibu Rina Maruti Widiasari, sekaligus sebagai Kepala Sekolah dalam kegiatan ini, membahas tuntas tentang ide dan tema.

Di dalam KBBI (daring), ide dijelaskan sebagai gagasan; cita-cita; rancangan yang tersusun di dalam pikiran.
“ide /idé/ n rancangan yg tersusun di dl pikiran; gagasan; cita-cita: ia mempunyai — yg bagus, tetapi sukar dilaksanakan”

Rancangan gagasan yang ada di dalam pikiran kita, yang menurut mentor Rina Maruti adalah perihal yang terlintas di dalam pikiran kita. Ide lebih bersifat umum dan mencakup berbagai dasar-dasar pokok pikiran (tema) yang bertebaran di bawahnya. Ide dan tema biasa berkelindan dan tidak dapat dipisahkan. Setiap tema adalah ide yang dibangun lebih spesifik dan bersifat lebih khusus.

Tema adalah perpanjangan dari ide yang lebih khusus. Sebuah ide dapat terdiri dari banyak (boleh pakek banget) tema, yang mendasari sebuah gagasan dalam suatu naskah. Di dalam KBBI dijelaskan;

“te•ma /téma/ n pokok pikiran; dasar cerita (yg dipercakapkan, dipakai sbg dasar mengarang, menggubah sajak, dsb): — sandiwara ini ialah “yg keji dan yg jahat pasti akan kalah oleh yg baik dan mulia”;
ber•te•ma n mempunyai tema: perkembangan seni vokal yg ~ “serius” mulai dapat bernapas kembali;
ber•te•ma•kan v berdasarkan (berlandaskan) tema: pesta olahraga itu ~ “di dl badan terdapat jiwa yg sehat.”

Sebagai seorang penulis atau calon penulis yang sudah berikrar ikhlas, mengizinkan diri sendiri menjadi seorang penulis yang “hebat,” mencari ide atau tema yang “jleb” menjadi sebuah keharusan. Ada banyak cara untuk menjaring ide, sebagaimana yang dijelaskan di dalam kegiatan kepenulisan di Channel KMO Betch 09 yang direktori oleh Ibu Rina Maruti.

1. Kehidupan Diri Sendiri

Menulis kehidupan diri sendiri adalah salah satu metode kepenulisan yang membuat kita, si penulis lebih lepas menuangkan ide atau gagasan, karena biasanya pengalaman pribadi cenderung lebih lekat di dalam ingatan. Sehingga, ketersendatan karena gagasan yang tiba-tiba lepas lebih dapat dihindari. Tentu, latihan dan kesungguhan dalam menyelesaikan sebuah tulisan menjadi motor penggerak yang sangat dominan.

Menulis sebuah pengalaman pribadi tidak lepas dari peran serta dunia luar. Terutama apa yang kita lihat, apa yang kita baca, dan interaksi dengan orang sekitar, juga mempengaruhi karakter tulisan kita. Semata-mata pengalaman pribadi kurang memberikan tekanan dahsyat untuk sebuah karya yang berkualitas.
Sebagaimana yang dicontohkan oleh mentor kita, Rina Maruti, bahwa “Laskar Pelangi” oleh Andrea Hirata adalah pengalaman pribadi penulis yang dibangun dengan imajinasi yang komplit dan mengena. Sehingga, akhir dari sebuah ide adalah best seller (jika target tulisan kita adalah best seller).

Untuk sementara, pengalaman diri sendiri adalah ide yang paling “niscaya” untuk kita garap. Hal ini terkait dengan kemampuan kita untuk tidak terjadi block-writing, meskipun pada dasarnya menulis pengalaman diri sendiri bukan jaminan dari terhindarnya silent idea.

2. Kehidupan Orang Lain

Pengalam kehidupan orang lain adalah bagian dari teknik menjaring ide. Menjemput ide atau tema dari pengalaman orang lain dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:

a. Melakukan wawancara/interview dengan orang yang dianggap pantas dan mumpuni. Dari kegiatan wawancara ide bisa didapat dan kegiatan tulis menulis menjadi lancar.

b. Membaca tulisan orang lain. Kegiatan ini disamping dapat melahirkan timbulnya sebuah ide, juga mampu berkontribusi terhadap kekayaan pengetahuan, pengalaman, dan perbendaharaan kata-kata.

c. Memperhatikan kegiatan yang dilakukan oleh orang lain. Ya, hanya dengan cara memperhatikan saja kita dapat inspirasi untuk sebuah ide atau tema. Gak percaya? Coba saja, bahkan sebuah program tertentu di TV (saya sarankan program yang lebih mendidik dan ilmiah) dapat memberikan sebuah ide untuk kita tuang dalam sebuah naskah.

d. Ada yang lain? Dipersila untuk menemukan teknik lainnya! Hee,,,

3. ATM (Amati Tiru Modifikasi)

Teknik ini juga salah satu cara untuk menemukan ide. Di kelas KMO Indonesia kita dapat pencerahan teknik membaca dua buah buku, yang pertama best seller yang kedua non-best seller. Kemudian kita cermati pada buku yang pertama, apa kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan kita pertahankan, dimodifikasi dengan karakter-karakter khusus yang lebih jleb, kemudian dituangkan dalam bentuk naskah yang lebih menggigit. Untuk buku yang non-best seller, kita baca dan cermati, mengamati hal-hal yang tidak membuat best seller, kemudian dijadikan acuan untuk menulis yang pas dan tepat dari pengalaman membaca tersebut. Ide dan temanya sama, namun kualitas dan karakternya akan lebih baik. Insya Allah!

Bagi saya, dua buah buku atau lebih tidak harus best seller atau non-best seller. Boleh kedua-duanya best seller bahkan keduanya tidak best seller. Kemudian kita amati, baca dengan saksama, perhatikan kelebihan dan kekurangannya, dimodifikasi untuk menjadi sebuah buku yang lebih jleb. Ke-best seller-an sebuah buku tidak semata dipengaruhi oleh kualitas sebuah tulisan, tetapi juga ditentukan oleh faktor-faktor lain, di antaranya sistem bisnis dan advertising (iklan). Dalam hal ini saya mohon maaf kalau tidak benar. Hee,,,

4. Mengawinkan Ide

Menggarap dua buah ide atau lebih menjadi sebuah naskah dengan satu tema yang utuh memerlukan keterampilan khusus. Modifikasi alur dalam citraan kisah harus tertuang dengan logika sebuah naskah. Namun, mengawinkan sebuah ide menjadi sebuah alternatif dalam menjaring sebuah ide.
Menurut saya, yang lebih sederhana adalah mengawinkan tema (bukan ide). Karena dengan satu tema yang kita modifikasi menjadi sebuah naskah, kita disuguhkan kiat modifikasi yang lebih sederhana. Bagi seorang pemula, menggabungkan dua tema lebih memungkinkan untuk digarap daripada dua buah ide yang jangkauan gagasannya lebih komplit dan komprehensif. Semoga benar. Aamiin!

5. Banyak Membaca

Membaca tidak dapat dipisahkan dengan kualitas menulis itu sendiri. Karena dengan membaca kita akan mendapat keluasan pengalaman, pengetahuan, dan kosa kata. Saya perhatikan dalam tanya jawab di kelas KMO, Ibu Rina Maruti seringkali menekankan pentingnya membaca ketika seorang penulis menghadapi sebuah kendala, terutama terjadinya block writing (tetiba terjadinya kekosongan pikiran untuk menulis).

Ada banyak manfaat dalam membaca. Bahkan ketika kita jenuh menulis, membaca menjadi alternatif untuk kembali bergairah dalam menulis. Membaca juga dapat dijadikan sebagai refreshing untuk kembali melahirkan sebuah gagasan. Tidak suka membaca? Masih mau jadi penulis?! Hee,,,

Demikian beberapa kiat, cara, atau teknik menjaring sebuah ide atau tema. Tentu, masing-masing kita mempunyai cara tersendiri yang lebih mengena untuk melahirkan sebuah naskah. Yang terpenting adalah bagaimana kita tidak cepat puas terhadap sebuah naskah yang kita tulis, dan apalagi berputus harapan karena naskah tidak kunjung jadi.

“Janganlah kalian berputus asa terhadap Rahmat Allah, dan sesungguhnya tidak akan berputus asa kecuali orang-orang yang kafir.” (Alquran)

D. Zawawi Imron —seorang penyair dari Madura, yang terkenal dengan si Celurit Emas— mengatakan, “Puisi terbaik saya adalah puisi yang belum sempat saya tulis!”

Madura, 12-05-2017

Share informasi menarik iniShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0

Ada pertanyaan atau komentar?

Lihat Aturan kami

Your email address will not be published. Required fields are marked *